Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

BANJIR LAGI BANJIR LAGI (2)

Gambar
Trend terbaru dari banjir ini, kini bukan semata melabrak dan meluluhlantakan kota tetapi sekarang di daerah yang lebih hulu pun diterjang banjir juga. Seperti kita monitor di media, bahwa kerap terjadi banjir bandang di berbagai daerah di pelosok nusantara. Beberapa hari yang lalu, tanggal 18 Nopember 2012 terjadi banjir besar di daerah Soreang Kabupaten Bandung. Kalau daerah hilir menjadi langganan banjir adalah merupakan fenomena yang biasa, tetapi kejadian menerpa daerah yang lebih hulu tentu menjadi tanda tanya. Apa yang sedang terjadi dengan Lingkungan di Indonesia? Seperti gambar di atas, dimana peristiwa banjir yang terjadi di daerah perumahan di Soreang kabupaten Bandung. Memperhatikannya dipastikan bahwa itu kejadian banjir yang cukup besar dengan ketinggian sekitar 1 - 1,5 meter. Tetapi dilihat dari sifatnya, kemungkinan banjir dengan sifat genangan yang cepat surut. Berbeda di daerah hilir dan perkotaan, sifat genangan akan cenderung lebih lama karena faktor terbat…

BANJIR LAGI BANJIR LAGI (1)

Gambar
Musim penghujan kini menghampiri lagi, tapi kenapa kita menyambutnya dengan nada miris. Khawatir akan terjadinya banjir dan genangan menjadi topik yang menghangat. Padahal bukan kah Allah menurunkan hujan justru adalah sebagai berkah. Apakah kita menjadi apatis dengan angugerah dari Tuhan, ataukah kita justru yang keliru dan cenderung salah dalam menangani alam ini. Apakah rasa syukur kita cukup dengan berucap "Alhamdulillah", sementara perilaku kita cenderung jauh dari rasa syukur tersebut. Miris memang, menjelang musim hujan datang. Seolah menjadi upacara penyambutan, dimana mana digalakkan operasi bersih terhadap solokan, parit parit bahkan sungai. Dimana kita tahu, yang kita bersihkan atau kita angkat dari parit itu adalah sampah! ya sampah plastik utamanya. Siapa yang buang sampah tersebut? tidak mungkin para binatang dari hutan yang melakukannya. Kesimpulannya adalah perilaku keseharian kita yang tidak mencerminkan rasa syukur dengan tidak membuang sampah sembarang…

LEMBAYUNG DI ATAS SABUGA

Sore ini, seperti sore kemarin
Jalanan Bandung tak juga dingin
Angkuh dalam diam yang tak biasa
Melecut gerak helaan manusia

Terawang pikir dalam ombak kehidupan
Menjemput siapapun dalam lamunan
Barisan asa menyergap dalam dekapan
Menunggu waktu terkepal genggaman

Hari berlari demi satu harapan
Diam menjadi arti tertinggal
Kemana harus menyusur tegalan
Lembayung di atas Sabuga ...

Lembayung di atas Sabuga
Keindahan yang tidak terkira
Seperti sore itu tengadah raga
Ya Tuhan ... Mengapa ..

Kehidupan Taman Sari mulai sepi
Burung ke sarang hilangkan penat diri
Lampu malam telah menggantikan
Begitulah kehidupan harus berjalan

Sore ini kembali kutelusuri
Bongkah dan karat kehidupan
Menuju titik yang tidak kumengerti
Sampai kapan deraian air tak berhujan

Lembayung di atas Sabuga
Damai indahmu mematri diriku ...

Bandung, Awal Mei 2005

PANCASONA WISATA PUNCLUT

PUNCLUT. Puncak Ciumbuleuit Utara, demikian nama yang dikenal warga Kota Bandung. Satu tempat di bagian Utara Bandung, termasuk wilayah administrasi Kelurahan Ciumbuleuit Kecamatan Cidadap. Luas Kawasan Punclut Kota Bandung adalah sekitar 268 ha, dengan topografi bergelombang dan berbukit, terletak pada ketinggian ± 800 m s/d 1.000 m dpl. Punclut, sekarang lebih dikenal karena hebohnya perebutan tatanan daerah itu, dan lebih bernuansa politis. Padahal Punclut merupakan daerah potensial dilihat dari fungsi ekologis, maupun sosial ekonominya. Terlihat di setiap hari libur atau di hari Minggu penuh diserbu ribuan warga Kota Bandung.
Menurut sejarahnya, konon tanah punclut adalah bekas perkebunan teh warisan jaman kolonial dahulunya. Kemudian sebagai tanah erpacht tersebut telah beberapa kali ganti status kepemilikan. Dari tanah negara, kemudian dihibahkan ke beberapa “Nama” sebagai bentuk penghargaan kepada sejumlah tokoh Jabar. Selanjutnya tahun 1997 direvisi dengan dikembalikan ke nega…