Just another free Blogger theme

Recent Posts

Sabtu, 15 Januari 2022

Hari ini tanggal 15 Januari 2022 telah terjadi peristiwa longsor di desa Ciherang Sumedang. Belum ada kabar lanjutan mengenai data korban jiwa atau data kerusakan yang ditimbulkan. Dari video yang direkam dan dibagikan oleh warganet sudah pasti tampak kerusakan luasan sawah yang memang berada di bawah tebing atau sisi dari bukit itu.

Yang membuat saya tambah prihatin, sisi dinding bukit itu memang sudah menampakan kemungkinan besar akan longsor. Makanya saya pun iseng memfoto dari kamera hp (28 Desember 2021), walau pun hasil gambar tidak maksimal karena saya memfoto dari kendaraan yang tetap melaju. Dari penampakan tersebut, sudah ada tanda longsor hanya saja belum gugur semua material yang menggantung di sisi bukit tersebut.

Di bawah sisi bukit tersebut terhampar sawah, yang tampak belum lama ditanam. Indah memang pemandangan tersebut, apalagi hamparan sawah tersebut tepat berada di atas aliran sungai. Sungai itu pun, kalau saat kemarau tidak terlihat deras dan tampak hiasan bebatuan. Tapi saat hujan maka aliran sungai berubah menjadi berwarna coklat, yang menandakan banyak membawa material tanah yang mungkin terkikis karena erosi dari berbagai aliran di bagian hulu nya.

Kini longsor besar itu telah terjadi, semoga tidak menimbulkan korban dan menjadikan kita lebih waspada musim hujan saat datang beriring banjir ataupun tanah longsor. Dari sini membuat kita sadar akan bencana tersebut, tidak saja saat terjadinya. Tetapi lebih bersifat evaluasi untuk solusi itu di saat belum terjadi atau antisipasi ke depannya.

Sering ditemui ada kendaraan terparkir di sisi jalan, yang kadang terasa mengganggu kendaraan lain. Bahkan ada yang memang terparkir tepat di bawah rambu dilarang parkir. Keadaan tersebut membuat tidak nyaman pengguna jalan lainnya, karena harus merubah posisi jalan karena ada hambatan di depannya. Kadang keadaan tersebut dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan, umumnya seperti sepedq motor karena berbelok ke sisi kanan tanpa mempsrhatikan ada kendaraan di sisi kanannya.

Rambu memberikan informasi tentang keadaan di sekitar, seperti larangan parkir karena jelas menggangu pengguna lainnya apalagi di situ tampak tidak jauh dengan keberadaan lampu merah. Sepertinya kondisi twrsebut bisa terjadi karena, keadaan mendesak dan perkiraan waktu yang tidak lama. Bisa juga karena tempat parkir kantor yang dituju telah kehabisan tempat. Atau bisa jadi karena memang ga mau ribet bagi si pengemudi, parkir dimanapun tidak masalah karena bagi nya telah bayar pajak.

Mari tertib berlalu lintas di jalan raya, jaga keselamatan diri dan juga orang lain sesama pengguna jalan raya.Sering ditemui ada kendaraan terparkir di sisi jalan, yang kadang terasa mengganggu kendaraan lain. Bahkan ada yang memang terparkir tepat di bawah rambu dilarang parkir. Keadaan tersebut membuat tidak nyaman pengguna jalan lainnya, karena harus merubah posisi jalan karena ada hambatan di depannya. Kadang keadaan tersebut dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan, umumnya seperti sepedq motor karena berbelok ke sisi kanan tanpa mempsrhatikan ada kendaraan di sisi kanannya.

Rambu memberikan informasi tentang keadaan di sekitar, seperti larangan parkir karena jelas menggangu pengguna lainnya apalagi di situ tampak tidak jauh dengan keberadaan lampu merah. Sepertinya kondisi twrsebut bisa terjadi karena, keadaan mendesak dan perkiraan waktu yang tidak lama. Bisa juga karena tempat parkir kantor yang dituju telah kehabisan tempat. Atau bisa jadi karena memang ga mau ribet bagi si pengemudi, parkir dimanapun tidak masalah karena bagi nya telah bayar pajak.

Mari tertib berlalu lintas di jalan raya, jaga keselamatan diri dan juga orang lain sesama pengguna jalan raya.

Rabu, 12 Januari 2022

Pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2022, bertempat di Rindam III Siliwangi Bandung berlangsung acara penyerahan bantuan dari Panglima TNI kepada Disabilitas Jawa Barat. NPCI Jawa Barat, sebagai salah satu organisasi Pembinaan olah raga disabilitas dalam kesempatan ini menjadi jembatan komunikasi dalam kegiatan ini.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan yang diserahkan langsung oleh Panglima TNI Andika Perkasa. Bantuan tersebut berupa Sepeda Motor Roda 3 yang dimodifikasi untuk pengguna disabilitas, bantuan tersebut diberikan kepada Muslim salah satu atlet disabilitas NPCI Jawa Barat, yang sekarang sudah lebih konsentrasi sebagai Wasit Nasional cabang olah raga Catur.

Selanjutnya bantuan berupa perlengkapan fitness, untung menunjang kegiatan kebugaran bagi atlet atlet. Perlengkapan tersebut juga diperuntukan untuk menjadi bagian cabang olah raga Angkat Berat. Juga disampaikan bantuan berupa Sembako sebagai bentuk kebersamaan untuk disabilitas dari Pangdam III Siliwangi.

Acara berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan, bapak dan ibu Panglima begitu penuh perhatian dan bersedia berkomunikasi melayani untuk kesempatan berfoto yang banyak diminta oleh para atlet. Dalam kesempatan tersebut ibu Panglima bahkan sempat meneteskan air mata, karena begitu terkesan dan trenyuh dengan apa yang ditampilkan oleh para disabilitas tersebut. 

Ditampilkan demo permainan Goalball, sebagai salah satu cabor yang diperuntukan oleh mereka penyandang disabilitas netra. Permainan beregu yang terbagi dua tim ini, saling berusaha membuat gol ke gawang lawan dengan cara melemparkan bola yang telah diberikan penanda suara berupa krincingan di dalamnya. Seru nya lagi bapak panglima dan ibu bersedia bermain bersama mencoba melempar bola dalam posisi berlawanan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan pencak silat dari disabilitas daksa yaitu Ade Anas. Juga ditampilkan penari dari penyandang cerebal palse, membawakan tari jaipong dari Jawa Barat. Dengan keterbatasan yang dimiliki, mereka menampilkan suatu yang luar biasa. Keterbatasan mereka tidak menghalangi untuk berkreasi dan berprestasi. Pesan Panglima terus semangat dan raih prestasi. Terima kasih Panglima atas perhatian dan kesediaannya, hal tersebut menambah motivasi bagi mereka para disabilitas.

Kamis, 06 Januari 2022


Yayasan Baraya Dalapan Lima yang merupakan komunitas alumni SMPN Cilimus tahun 1985, setelah sukses menggelar Bakti Sosial dua tahunan yakni Sunatan massal, dan kegiatan sosial lainnya. Baraya kini merilis usaha kuliner yang semakin ditingkatkan. Bidang usaha dan ekonomi kreatif Nana Kusmana memelopori lebih memberdayakan dari usaha yang telah berjalan.

Sebagai wujud bahwa bidang usaha harus memiliki wadah yang tepat untuk menunjang operasional yang dijalankan. Maka dari hasil diskusi dan musyawarah yang dilakukan diputuskan badan usaha tersebut berbentuk koperasi, dan untuk nama pun dilakukan votting dari usulan nama yang masuk. Nama yang terpilih dan lolos cheking nama di AHU, adalah Baraya Sejahtera Bersama.

Pada hari Selasa tanggal 04 Januari 2022, dari Baraya berkenan diterima oleh Kepala Dinas Koperasi UKM perindustrian Perdagangan kabupaten Kuningan bapak Uu Kusmana. Dalam kesempatan tersebut pihak Baraya menyampaikan rencana mengenai pembentukan Koperasi, seperti di sampaikan oleh Yayan Henri Danisukmara sebagai ketua Yayasan sekilas mengenalkan komunitas Baraya Dalapan Lima dan kegiatan kegiatan yang telah dilakukan.

Bersamaan itu disampaikan permohonan untuk diadakan penyuluhan berkaitan dengan koperasi pada Rapat pembentukan. Pak Kadiskop menyambut baik atas inisiatif yang dilakukan oleh Baraya, dan berharap bahwa kegiatan koperasi dapat memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi anggota juga masyarakat sekitarnya. Tugas dinas koperasi untuk selalu memberikan pembinaan dan pelayanan bagi koperasi yang ada di wilayah kami tegasnya kembali.

Pada rapat pembentukan yang diadakan di kedai Carita'S yang nanti akan menjadi unit usaha koperasi. Telah terpilih pengurus masa bakti 2022 - 2027, yakni sebagai Ketua Ade Kurnia, sekretaris Yoyoh Aisyah, bendahara Nurlaela. Sedangkan Pengawas ketua Yayan Henri Danisukmara, anggota pengawas Ade Mulyanto dan N. Sri Endang Susetiawati. Penyuluhan disampaikan oleh ibu Yaryar dan Neng Evie.

Bahwa hak hidup itu dimana saja, ketika dia mampu bertahan tentu akan berkembang sebagaimana kudratnya. Kadang hanya pikiran kita saja yang membatasi, sesuai dengan batasan diri yang ada. 

Pernah punya pengalaman yang menggelitik dalam hati, ketika bekerja di salah satu HPH di Kalimantan Timur yang dimiliki konglomerat sohor jaman itu. Saya bekerja membidangi Pembinaan Hutan, hutan dibina memang dia pernah menjadi hutan yang nakal? Rangkaian kegiatan menu yang harus diramu, sudah tersaji tinggal kita urut sesuai tata waktunya. Ada kurang lebih 12 tahapan kalau tidak salah. Setelah blok ditinggalkan oleh penebang yang memanen kayu, maka kita lakukan pembebasan, Inventarisasi Tegakan Tinggal dan juga penanaman serta lanjutan kegiatan lainnya.

Pembebasan maksudnya menumpas perdu atau tumbuhan yang memang banyak tumbuh karena terbukanya areal bekas panen kayu. Padahal kalau dipikir hal itu justru cara alam mengobati dirinya karena adanya perubahan tutupan lahan. Kemudian ada lanjutan Inventarisasi tegakan tinggal, dengan mengikuti jalur lebar per 20 meter. Dari hasil itulah nanti ter peta kan adanya lahan kosong, baik akibat jalan sarad traktor atau pun daerah terbuka lain karena tumbang nya pohon.

Persemaian jalan terus tidak berhenti setiap tahunnya, tugasnya menyiapkan bibit bagi regu penanaman berdasarkan hasil inventarisir sebelumnya. Asal bibit pun diambil dari cabutan di alam, melalui pembenihan dari biji ataupun dari stek pucuk. 

Dalam satu kesempatan saya mengikuti regu penanaman dan melihat hasil dari kerja penanaman sebelumnya. Ada yang membuat saya terpana, melihat anakan meranti tumbuh subur dengan tunas yang rimbun. Saya tidak akan heran kalau itu tumbuh di dataran tanah biasa, ini saya saksi kan si anakan meranti itu tumbuh di atas batu bekas jalan sarad yang mungkin saja, akarnya telah menembus batuan tersebut. Sementara hasil penanaman dari bibit yang berasal dari persemaian seperti minder tak bergairah. Dari situ saya sempat ajukan hal konyol, kita itu percuma mengadakan penanaman. Alam lebih tahu untuk merehabilitasi diri nya, asalkan jangan ada gangguan berikutnya dari manusia. Dan lagi rangkaian kegiatan yang dilakukan hanyalah mengejar berita acara, bahwa kita taat patuh pada peraturan, bukan mengejar esensi perbaikan dan lestarinya hutan.

Sekarang saya melihat fenomena itu, dari pemandangan ketika saya jalan pagi. Sepertinya anakan Mahoni yang tumbuh di talang air. Hidup adalah kuasa dari Tuhan yang maha pencipta lagi maha pengatur kehidupan.
Seperti disampaikan Firman Allah dalam Alquran, surah ke 50(Qaf) ayat 9 yang artinya :
Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji bijian yang dapat dipanen. Maha besar Allah dengan segala firmannya.