BANJIR LAGI BANJIR LAGI (2)

Trend terbaru dari banjir ini, kini bukan semata melabrak dan meluluhlantakan kota tetapi sekarang di daerah yang lebih hulu pun diterjang banjir juga. Seperti kita monitor di media, bahwa kerap terjadi banjir bandang di berbagai daerah di pelosok nusantara. Beberapa hari yang lalu, tanggal 18 Nopember 2012 terjadi banjir besar di daerah Soreang Kabupaten Bandung. Kalau daerah hilir menjadi langganan banjir adalah merupakan fenomena yang biasa, tetapi kejadian menerpa daerah yang lebih hulu tentu menjadi tanda tanya. Apa yang sedang terjadi dengan Lingkungan di Indonesia?
Seperti gambar di atas, dimana peristiwa banjir yang terjadi di daerah perumahan di Soreang kabupaten Bandung. Memperhatikannya dipastikan bahwa itu kejadian banjir yang cukup besar dengan ketinggian sekitar 1 - 1,5 meter. Tetapi dilihat dari sifatnya, kemungkinan banjir dengan sifat genangan yang cepat surut. Berbeda di daerah hilir dan perkotaan, sifat genangan akan cenderung lebih lama karena faktor terbatasnya daerah resapan air dan limpasannya. Kalau diperhatikan dari faktor siklus air, dimana air memiliki volume yang tetap dalam siklus hidrologinya. Kenyataannya dalam kejadian hujan kemudian jumlah air yang tidak tertampung, menunjukkan adanya ketimpangan dari bagian proses tersebut. Seperti kurangnya daerah resapan di daerah hulu, karena telah berkurangnya hamparan lahan yang bervegetasi. Rimbunnya tajuk dari pohon pohon yang ada di hutan, membantu memperlambat curahan air hujan jatuh ke tanah. Dan memberi kesempatan kepada tanah untuk meresapkan air kedalamnya. Jika keadaan tersebut tidak terpenuhi, maka kemungkinan lahan terkikis oleh aliran air menjadi besar dan ini menimbulkan erosi. Jika tanah telah jenuh dengan air, maka kelebihan air akan mengalir mengikuti gravitasi yaitu ke daerah yang lebih rendah. Maka jika sepanjang aliran air tersebut tidak menemukan tempat untuk terkumpul, seperti embung embung atau waduk, danau maka banjir akan terjadi. Kesadaran penanganan banjir tidak semata setelah terjadinya bencana. Hal tersebut menimbulkan luka bagi mereka yang terdampak. Dapatkah kita pikirkan bagaimana agar peristiwa banjir tidak terulang, setidaknya meminimalisir peristiwa terjadinya banjir? Tentu ini perlu dipikirkan secara konprehensif dari berbagai stake holder antara pelaksana pembangunan yakni pemerintah dengan masyarakat pada umumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REMBULAN PAGI DALAM BINGKAI JENDELA

Dunia Berbagi...

LEMBAYUNG DI ATAS SABUGA