ASAM URAT DAN TEMPUYUNG

Dari penjelasan mengenai asam urat sebelumnya, pengalaman yang saya rasakan sungguh mengkhawatirkan.  Betapa tidak secara fisik kita akan tampak normal dan tidak menunjukan seperti orang yang sedang sakit parah. Tetapi wajah akan tampak menyeringai tatkala kita beraktivitas seperti berjalan.  Sakit luar biasa nyeri terasa di kaki, saya tidak dapat menjelaskan di sebelah mana sakit sebenarnya.  Yang ada adalah rasa nyeri terasa ketika telapak kaki dijejakkan ke tanah.  Bengkak akan tampak kemudian, disertai panas di sekitar daerah yang sakit.  Bila sudah kumat demikian barulah kita menyadari, hal hal yang menjadi pantangan sebelumnya.  Hanya saja saking terlalu banyaknya bahan makanan yang menjadi pantang, seringkali ini tidak disadari akan menjadi pemicu timbulnya nyeri pada anggota tubuh kita.

Ada berbagai obat yang ditawarkan oleh berbagai kalangan, dari mulai obat China juga dari resep dokter.  Kendala yang ada hampir pasti kita tidak dapat berkomunikasi lepas dengan dokter jika kita akan bertanya, apa, bagaimana, mengapa, kapan dan sebagainya tentang penyakit tersebut.  Yang kita terima adalah anjuran jangan makan ini itu, dan setiap dokter juga punya pandangan berbeda tentang pantang ini.  Belum lagi jika kita bertanya obat apa yang diberikan kepada kita?  apakah ini sudah menjadi kode etik dokter untuk tidak memberitahukan tentang obat yang diberikan kepada pasiennya? Menururut hemat saya, adalah perlu sekali untuk dapat mengkomunikasikan mengenai obat yang akan dikonsumsi pasiennya.  Mengapa? agar si pasien dapat mengikuti perkembangan atau reaksi yang timbul setelah mengkonsumsi obat tersebut. alih alih mendapat penjelasan, yang ada adalah komentar bernada sinis bahwa dokter memberikan obat tersebut telah sesuai dengan keperluaanya.

Pengalaman saya, ketika merasakan nyeri dan berobat kemudian disarankan periksa laboratorium didapatkan hasil kadar asam urat saya adalah 9,8.  Dan kemudian diberikan obat, hingga periksa ulang kedua kalinya dengan keluhan masih terasa sakit namun masih tetap diberikan obat yang sama.  Hingga akhirnya, mencari obat di apotek untuk masalah asam urat dan disebutlah allupurinol.  Dengan mengkonsumsi obat itu, rasa nyeri berangsur menghilang dalam hari ke tiga.  Hanya saja mengkonsumsi obat kimia kadang menimbulkan kekhawatiran lain yaitu efek samping.  Apakah ada yang dapat dijadikan alternatif?

Kemudian obat kampung (karena bukan pabrikan) atau obat herbal (karena manfaat langsung dari tumbuhan) sebenarnya ada juga untuk memerangi asam urat tersebut.  Salah satunya yang dikenal adalah Tempuyung atau ada juga yang menyebutnya lobak batu atau Jombang.  Memang tumbuh dan ditemukan di sekitar pemukiman kita, seperti di tembok tembok batu atau di halaman rumah, dan dipinggir jalanan juga sering ditemui.  Cukup dengan rebusan tumbuhan tersebut dapat membantu mengatasi penyakit yang berkaitan dengan ginjal.  Dengan rajin meminum air rebusan tersebut membantu menetralisir gangguan pada ginjal.   


Tempuyung yang tumbuh disekitaran tegalan atau halaman rumah...


Tempuyung yang tumbuh menempel pada tembokan batu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REMBULAN PAGI DALAM BINGKAI JENDELA

Dunia Berbagi...

BANJIR LAGI BANJIR LAGI (2)