Just another free Blogger theme

Recent Posts

Jumat, 16 November 2012


Sore ini, seperti sore kemarin
Jalanan Bandung tak juga dingin
Angkuh dalam diam yang tak biasa
Melecut gerak helaan manusia

Terawang pikir dalam ombak kehidupan
Menjemput siapapun dalam lamunan
Barisan asa menyergap dalam dekapan
Menunggu waktu terkepal genggaman

Hari berlari demi satu harapan
Diam menjadi arti tertinggal
Kemana harus menyusur tegalan
Lembayung di atas Sabuga ...

Lembayung di atas Sabuga
Keindahan yang tidak terkira
Seperti sore itu tengadah raga
Ya Tuhan ... Mengapa ..

Kehidupan Taman Sari mulai sepi
Burung ke sarang hilangkan penat diri
Lampu malam telah menggantikan
Begitulah kehidupan harus berjalan

Sore ini kembali kutelusuri
Bongkah dan karat kehidupan
Menuju titik yang tidak kumengerti
Sampai kapan deraian air tak berhujan

Lembayung di atas Sabuga
Damai indahmu mematri diriku ...

Bandung, Awal Mei 2005

Sabtu, 10 November 2012


PUNCLUT. Puncak Ciumbuleuit Utara, demikian nama yang dikenal warga Kota Bandung. Satu tempat di bagian Utara Bandung, termasuk wilayah administrasi Kelurahan Ciumbuleuit Kecamatan Cidadap. Luas Kawasan Punclut Kota Bandung adalah sekitar 268 ha, dengan topografi bergelombang dan berbukit, terletak pada ketinggian ± 800 m s/d 1.000 m dpl. Punclut, sekarang lebih dikenal karena hebohnya perebutan tatanan daerah itu, dan lebih bernuansa politis. Padahal Punclut merupakan daerah potensial dilihat dari fungsi ekologis, maupun sosial ekonominya. Terlihat di setiap hari libur atau di hari Minggu penuh diserbu ribuan warga Kota Bandung.
Menurut sejarahnya, konon tanah punclut adalah bekas perkebunan teh warisan jaman kolonial dahulunya. Kemudian sebagai tanah erpacht tersebut telah beberapa kali ganti status kepemilikan. Dari tanah negara, kemudian dihibahkan ke beberapa “Nama” sebagai bentuk penghargaan kepada sejumlah tokoh Jabar. Selanjutnya tahun 1997 direvisi dengan dikembalikan ke negara, dengan mencabut hak kepemilikan. Hingga kini pun Punclut masih dalam suasana “Panas” dan belum tuntas, berhubung akan menjadi kawasan pemukiman elit.
Di balik kesemerawutan status dan fungsi dari kawasan Punclut, sebenarnya tempat tersebut menyimpan pesona wisata. Pesona tersebut setidaknya telah ikut menggulirkan perekonomian bagi warga setempat. Apabila Anda berkesempatan berkunjung ke Punclut di hari Minggu, maka Anda akan menjadi bagian dari ribuan warga Kota Bandung yang juga berkeinginan sama yakni menikmati suasana Punclut. Lalu apa saja yang menjadi daya tarik tersebut, hingga membuat orang rela berdesak-desakan di jalanan sempit selebar dua meter itu?
Pertama : Pesona Alam. Tidak dapat dipungkiri bahwa Kota Bandung saat ini sangat jauh berbeda dengan keadaan sepuluh tahun silam. Suasana Bandung sekarang utamanya di siang hari, tak ubahnya dengan keadaan kota besar lainnya di Indonesia. Gerah dengan segala atribut kota seperti kemacetan lalulintasnya. Dari itu tidak mengherankan apabila banyak warga Kota Bandung yang ingin menikmati segarnya udara, dan semilirnya angin sejuk yang menyapu badan. Setidaknya suasana nostalgia dengan iklim sejuk tersebut masih dapat dirasakan di Punclut.
Apalagi dari Punclut kita dapat menikmati suasana pemandangan yang menyejukan mata, melihat hijau dan gunung dikejauhan dapat menenangkan pikiran. Terlihat Kota Bandung jauh terhampar di bawah perbukitan. Dari ketinggian kita melihat Kota Bandung yang angkuh, tak lebih dari sejumput kota yang diam membisu. Hilang sudah ketegangan karena aktivitas kerja sepekan. Dengan demikian kita bisa merasakan betapa kebesaran Tuhan sang Pencipta Alam.
Kedua : Pesona Raga. Menuju Punclut kebanyakan warga memang dengan berjalan kaki. Tentunya ini adalah gerak badan, olah raga yang menyehatkan. Berjalan kaki sambil menikmati pemandangan alam. Melepaskan stress kehidupan dari berbagai aktivitasnya masing-masing. Adapun jarak hingga puncak sekitar berjarak enam kilometer pulang pergi. Tetapi itu tergantung kesiapan dari masing-masing pengunjung, ada yang terus hingga puncak ataupun berhenti di sekitar pemancar RRI. Kebanyakan keluarga yang disertai anak-anak memang sampai di kawasan pemancar, setelah menikmati jalan yang menanjak, atau mencoba menaiki kuda khususnya bagi anak-anak.
Sebelum kawasan pemancar, ada sebuah lapangan bola yang hampir tidak berumput mungkin saking seringnya dipakai. Tampak meriah digunakan oleh dua tim yang bertanding, dengan kostum seragam yang berbeda. Tidak sedikit pengunjung yang ikut menonton pertandingan sambil melepas lelah dari sisi sisi jalan. Tentu saja ada aneka penganan yang dapat dinikmati di sekitar, karena banyak warung-warung yang menjajakan berbagai makanan dan minuman.
Punclut pun banyak dijadikan daerah tujuan bagi klub-klub penghobi jogging, memanfaatkan jalur yang ada dan memanfaatkan suasana Punclut untuk dapat berkumpul dan bersilaturahmi di antara anggota klub mereka. Begitu pun para penggiat sepeda gunung, tidak ketinggalan memanfaatkan daerah Punclut sebagai ajang penyaluran olah raga mereka. Melahap tanjakan, memacu nafas, hanya saja sedikit terhambat karena jalanan yang begitu padat oleh orang.
Ketiga : Pesona Rasa. Yang lain lagi dari sensasi Punclut adalah makanan yang ada di tawarkan di sana. Setelah selesai berolah raga, tidak tertahankan untuk segera memanjakan diri dengan berbagai penganan yang memang mengundang selera. Tentu dari kita akan memiliki nilai nostalgia tersendiri dari berbagai makanan yang ada. Sebagai orang Sunda saya merasakannya, di Punclutlah surga kuliner tersebut. Seperti makanan galendo, yah.. makanan yang merupakan sisa dari pembuatan minyak kelapa, ada di tawarkan di Punclut. Hal ini mengingatkan saya terhadap nenek saya. Dia sering membawakan oleh-oleh makanan tersebut jika datang berkunjung waktu dulu saya kecil. Sekarang entah siapa lagi yang masih mewarisi tradisi pembuatan minyak kelapa itu. Hilang, dan saya pun mencicipi makanan ini setelah lebih dari 20 tahun tidak mengingatnya.
Mungkin Anda akan memiliki makanan lain sebagai pengingat masa kecil dulu. Banyak sekali makanan yang ada dan dijajakan disana, dari mulai tutut sejenis keong sawah (ingat dongeng Kabayan mencari tutut), jengkol (makanan dengan bau khas tapi dirindukan), dan yang mengherankan apel washington pun tidak mau ketinggalan, ada ditawarkan bersama anggur. Belum lagi suasana saat kita makan bersama keluarga, dengan lesehan menikmati nasi timbel, nasi beras merah beralas daun, dan yang pasti makanannya sunda banget.
Keempat : Pesona Belanja. Setelah menikmati penganan yang ada di tempat, tentu tidak seru kalau tidak membawa sedikit oleh oleh untuk di rumah. Banyak barang yang ditawarkan, dari mulai urusan sayur mayur keperluan dapur hingga pakaian, baju dan asesorisnya. Dari mulai sandal, pakaian dalam hingga urusan kredit sepeda motor. Dari mulai minuman kasedep, yaitu bandrek hingga es krim ada dijajakan. Semua ada, terserah selera dan dompet kita.
Paling tidak sayur sayuran akan menjadi pilihan untuk dibawa pulang. Seperti lalab-lalaban yang kini sudah jarang ditemui, yaitu, tespong, antanan, sayur pucuk daun labu, dan lainnya. Umbi-umbian dari mulai singkong yang masih banyak di dapat, juga ubi, hingga ganyong dan sagu yang telah mulai terpinggirkan. Makanan tersebut sekarang makin susah didapat, dan memang anak kita pun bertanya : “Pak makanan apa itu?”
Kelima : Pesona Budaya: Saya sempat tertegun dalam salah satu kunjungan ke Punclut. Setelah melewati kawasan pemancar RRI dan terus lagi melalui tugu perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bandung, terdengar samar-samar suara dentingan kecapi, yang timbul tenggelam terbawa angin. Saya pikir ada warga sekitar yang sedang melaksanakan hajat. Semakin lama semakin jelas dan akhirnya membawa kita bertemu dengan sumber suara tersebut.
“Oh... ti dieu sora teh” (Oh... dari sini suara itu). Demikian banyak orang melepas kepenasarannya. Dari sebuah panggung kecil, tampak pak tua dengan kedua anak kecil, laki dan perempuan sedang asyik membawakan lagu-lagu dari peralatan sederhana. Pak Tua memetik kecapi sekaligus menyanyi, anak perempuan menabuh gong, dan akan laki laki menabuh kendang. Sorban palid dan lagu daerah lainnya yang dibawakan cukup melenakan menambah kecintaan pada tanah air...
Hanya dengan dibantu sound sistem seadanya, mereka berkreasi. Secara tidak langsung pak tua mungkin sedang membimbing kedua cucunya untuk menggeluti gamelan Sunda. Ada sebuah kotak yang ditempatkan di pinggir jalan, dan sebagai tanda apresiasi dari para pengunjung akan memberi uang seiklasnya. Kenyataan memang seni sunda pun semakin menghilang. Siapa sekarang yang mewarisi budaya tersebut, keadaan saat ini telah kalah oleh gebyarnya musik hip hop yang begitu digandrungi generasi muda.
Kondisi Punclut tercipta dengan sendirinya, banyaknya warga yang datang telah menciptakan interaksi, sosial, ekonomi. Bagaimana jika untuk itu ada yang lebih peduli? Setidaknya dari kalangan pemerintah mengadakan pembinaan dan penataan untuk kebaikan bersama, tidak hanya sekedar jago dalam penarikan retribusi seperti yang terlihat. Misal untuk pak tua tersebut, karena hal itu dapat membantu menunjang kehidupan warga, serta mewariskan tradisi, dan juga menghibur para pengunjung Punclut.
Punclut satu pesona wisata nostalgia, akankah hilang dengan berlakunya egoisme pembangunan? Dimana yang terjadi kini, pembangunan selalu lebih berpihak pada golongan the Haves, dan kenyataannya kembali rakyat kecil tetap menjadi kaum marjinal. Sebelum Punclut tertelan deru Pembangunan, ada baiknya untuk bersama menjaganya. Pertama adalah dari musuh utama, yakni sampah. Hendaknya semua yang berkepentingan menyadari hal tersebut, baik pengunjung ataupun pedagang. Kedua tidak membiarkan Punclut gersang seperti layaknya lapangan sepak bola, hanya ada rumput dan mengharamkan pohon untuk tumbuh. Karena hal itu semua akan membuat Punclut tak elok lagi.

Rabu, 31 Oktober 2012

Animal from Ciremai catch in the back home at the village Kalapa Gunung Kuningan residence.  The animal is panthera pardus (Macan tutul jawa), hunggry and disorientasi because dry season in the forest of Ciremai Mountain.  Save this animal just stay under 10 populations in the Ciremai Mountain Forest...

Selamatkan Binatang yang masuk katagori Kucing ini, Macan Tutul biasa disebut orang, hanya tinggal berbilang jari yang masih bertahan di hutan hutan pulau Jawa.  Nasib mereka semakin tergusur oleh perkembangan jelajah manusia yang semakin mendesak habitat mereka.  Baru baru ini, tertangkap seekor Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus) di belakang rumah warga di Desa Kelapa Gunung Kuningan Jawa barat.  Binatang tersebut disinyalir adalah salah seekor yang tinggal di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.  Dan kemudian melakukan turun gunung karena di habitatnya, telah dirasa kekurangan makanan.  Kemudian terjebak di kandang ayam milik salah seorang warga desa tersebut.

Gejala demikian, memang akan timbul seperti yang diberitakan akhir akhir ini tentang turunnya gerombolan monyet ekor panjang yang menyerbu salah satu desa di Jawa.  Mereka lakukan hal tersebut karena kekurangan makanan di habitatnya, dan lalu menyerbu kampung karena faktor kebutuhan akan makanan.  Mungkin juga demikian dengan macan tutul yang turun gunung ini, karena lapar dan mencari makanan kemudian tersesat di perkampungan dan akhirnya tertangkap di kandang ayam milik warga.

Lalu bagaimana dengan kejadian ini? apakah akan terulang di masa yang akan datang... marilah Berbagi ruang untuk hidup untuk keindahan hidup itu sendiri...

Macan Tutul Jawa yang tertangkap warga di Kuningan Jawa Barat (Gambar di share dari Avo Juhartono aktivis lingkungan di Kuningan)
Dari penjelasan mengenai asam urat sebelumnya, pengalaman yang saya rasakan sungguh mengkhawatirkan.  Betapa tidak secara fisik kita akan tampak normal dan tidak menunjukan seperti orang yang sedang sakit parah. Tetapi wajah akan tampak menyeringai tatkala kita beraktivitas seperti berjalan.  Sakit luar biasa nyeri terasa di kaki, saya tidak dapat menjelaskan di sebelah mana sakit sebenarnya.  Yang ada adalah rasa nyeri terasa ketika telapak kaki dijejakkan ke tanah.  Bengkak akan tampak kemudian, disertai panas di sekitar daerah yang sakit.  Bila sudah kumat demikian barulah kita menyadari, hal hal yang menjadi pantangan sebelumnya.  Hanya saja saking terlalu banyaknya bahan makanan yang menjadi pantang, seringkali ini tidak disadari akan menjadi pemicu timbulnya nyeri pada anggota tubuh kita.

Ada berbagai obat yang ditawarkan oleh berbagai kalangan, dari mulai obat China juga dari resep dokter.  Kendala yang ada hampir pasti kita tidak dapat berkomunikasi lepas dengan dokter jika kita akan bertanya, apa, bagaimana, mengapa, kapan dan sebagainya tentang penyakit tersebut.  Yang kita terima adalah anjuran jangan makan ini itu, dan setiap dokter juga punya pandangan berbeda tentang pantang ini.  Belum lagi jika kita bertanya obat apa yang diberikan kepada kita?  apakah ini sudah menjadi kode etik dokter untuk tidak memberitahukan tentang obat yang diberikan kepada pasiennya? Menururut hemat saya, adalah perlu sekali untuk dapat mengkomunikasikan mengenai obat yang akan dikonsumsi pasiennya.  Mengapa? agar si pasien dapat mengikuti perkembangan atau reaksi yang timbul setelah mengkonsumsi obat tersebut. alih alih mendapat penjelasan, yang ada adalah komentar bernada sinis bahwa dokter memberikan obat tersebut telah sesuai dengan keperluaanya.

Pengalaman saya, ketika merasakan nyeri dan berobat kemudian disarankan periksa laboratorium didapatkan hasil kadar asam urat saya adalah 9,8.  Dan kemudian diberikan obat, hingga periksa ulang kedua kalinya dengan keluhan masih terasa sakit namun masih tetap diberikan obat yang sama.  Hingga akhirnya, mencari obat di apotek untuk masalah asam urat dan disebutlah allupurinol.  Dengan mengkonsumsi obat itu, rasa nyeri berangsur menghilang dalam hari ke tiga.  Hanya saja mengkonsumsi obat kimia kadang menimbulkan kekhawatiran lain yaitu efek samping.  Apakah ada yang dapat dijadikan alternatif?

Kemudian obat kampung (karena bukan pabrikan) atau obat herbal (karena manfaat langsung dari tumbuhan) sebenarnya ada juga untuk memerangi asam urat tersebut.  Salah satunya yang dikenal adalah Tempuyung atau ada juga yang menyebutnya lobak batu atau Jombang.  Memang tumbuh dan ditemukan di sekitar pemukiman kita, seperti di tembok tembok batu atau di halaman rumah, dan dipinggir jalanan juga sering ditemui.  Cukup dengan rebusan tumbuhan tersebut dapat membantu mengatasi penyakit yang berkaitan dengan ginjal.  Dengan rajin meminum air rebusan tersebut membantu menetralisir gangguan pada ginjal.   


Tempuyung yang tumbuh disekitaran tegalan atau halaman rumah...


Tempuyung yang tumbuh menempel pada tembokan batu...

Selasa, 23 Oktober 2012

Dibanyak kesempatan dan terutama di persimpangan jalan yang ramai di kota Bandung saat ini banyak sekali pertunjukan.

Banyak terlihat pemandangan Circus jalanan dengan melibatkan monyet sebagai pemeran utamanya.  Orang lebih mengenalnya sebagai topeng Monyet, ya... Sarimin pergi ke pasar begitulah orang sudah terbiasa latah.  Yang menjadi perhatian saya adalah, dahulu kita menganggap langka untuk melihat dan menonton pertunjukan tersebut.  Karena memang pertunjukan tersebut hanya dilakukan oleh mereka sambil berkeliling. Berpindah tempat, sehingga kita menjadi terhibur kala ada pertunjukan yang mampir di sekitar tempat tinggal kita.

Sekarang pertunjukan tersebut banyak ditemukan di setiap perempatan jalanan di kota Bandung, entah di kota lainnya.  Bukan hanya di tempat tersebut, di tanjakan Jatinangor menuju Sumedang pun tak luput dari pertunjukan serupa. Memanfaatkan situasi jalanan yang macet, dan di antara antrean mobil tersebut mereka mempertontonkan kebolehan dari para Senimannya.  Berbagai variasi, ada yang bergaya rocker, bergaya pak Haji, atau bahkan lagi bersantai dengan sebatang rokok di tangan.

Ternyata mereka telah lihai, tentu ada sekolahnya.... wah bagaimana kalau para Monyet itu Sekolah semua bisa berabe para manusia.... Dan di jalanan akan semakin banyak Monyet mempertontonkan kebolehannya....



Selamat menikmati hiburan anda...

Rabu, 17 Oktober 2012


Saat Pertama saya terkena penyakit ini adalah tidak mengerti apa yang terjadi.  Pada suatu hari, bangun pagi hari saya tidak dapat menjejakan kaki di lantai, sakit luar biasa.  Saya ingat ingat bahwa kemarinnya tidak terjadi hal hal penyebab sakit seperti keseleo atau terkilir… Dan sakit itu tidak hilang sampai seminggu bahkan lebih.  Tersiksa memang di usia yang masih tergolong muda, sudah berjalan terpincang pincang bahkan diseret seret saking nyeri yang luar biasa.  Kemudian hari baru diketahui kalau yang demikian adalah karena asam urat…
Nah dalam rangka berbagi, ini yang diketahui : Penyakit asam urat disebabkan oleh menumpuknya kristal asam urat yang dihasilkan dari metabolisme zat purin. Oleh karena itu, untuk mengurangi kadar asam urat, Anda harus mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung zat purin. Sebenarnya makanan berikut adalah sebagian besar makanan favorit, Berikut adalah contoh makanan yang menjadi pantangan bagi penderita penyakit asam urat:
  • Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak
  • Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden
  • Ekstrak daging seperti abon dan dendeng
  • Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden)
  • Daging kambing, daging sapi, daging kuda
  • Bebek, angsa dan kalkun
  • Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping
  • Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, kangkung
  • Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental
  • Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa
  • Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega
  • Makanan kaya protein dan lemak
Nah untuk mengurangi gejala yang timbul, maka selain pantangan makanan di atas, penderita asam urat juga harus banyak minum air putih (terutama bagi mereka yang mempunyai batu ginjal). Air putih akan membantu mengeluarkan kristal asam urat dari dalam tubuh melalui urine.
Juga mensti diingat adalah Kurangi konsumsi alkohol karena alkohol akan meningkatkan kadar asam laktat, yang menyebabkan pembuangan asam urat lewat urine berkurang. Akibatnya, asam urat tertahan dalam peredaran darah dan menumpuk di persendian. Hindari juga minuman fermentasi seperti bir, wiski, anggur, tape dan tuak karena mengandung senyawa alkohol.
Tips tambahan bagi penderita asam urat:
  • Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang
  • Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan strawberry
  • Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat
  • Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi
  • Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup
  • Jangan minum aspirin
  • Jangan bekerja terlalu keras / kelelahan
  • Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup
  • Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan
Pengalaman yang terjadi, biasanya kita tahu akan kumat ketika badan terasa meriang dan tidak enak rasa.  Apabila kita tidak kendalikan dengan beristirahat yang cukup dan tidak dapat menghindari kelelahan maka kemungkinan besar, nyeri dipersendian akan kumat keesokan harinya.  Suntikan penghilang sakit memang efektif untuk menjadikan kita tidak tertatih tatih karena menahan rasa nyeri yang luar biasa, tetapi hal tersebut tidak mengobati sumber permasalahan yang ada.  Berdietlah dengan menghidari makanan yang dipantang, dan setiap orang akan berbeda makanan apa yang menjadi sumber pemicunya…anda yang bisa mengenalinya sendiri…

Jumat, 12 Oktober 2012

Peduli kemanusiaan...

Itu adalah hal yang baik, dan memang kalau kita perhatikan ternyata semakin hari jalanan di berbagai kota bukannya berkurang dari aktivitas anak anak, malah semakin bertambah.  Berbagai aktivitas yang dilakukan, baik itu mengamen dengan hanya diiringi tepuk tangan, kecrekan dari tutup botol, bahkan ada yang cukup simpatik dengan permainan biolanya.  Belum lagi aktifitas lain seperti menjadi rekan sekerja dari pemain akrobat yang sekarang menggejala, yakni topeng monyet.  Kemacetan di jalanan telah  menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan untuk mengais rezeki.  Pengguna jalan, memberikan sekedar uang dari yang iklas ingin membantu, ketakutan karena khawatir dijailin, atau bahkan memberikan tanpa perasaan karena sudah tersedia recehan di dashboard mobil Anda.

Bagaimana jika Kita perhatikan dengan robot robot cilik yang sekarang tengah menjadi trend dalam penggalangan dana dari berbagai kalangan, baik dari Yayasan atau pun Komunitas Peduli.  Ya, bila anda bertemu dengan Robot yang berwarna silver dan berjalan dengan gaya pantomim di berbagai lampu merah, itu adalah sebenarnya manusia yang dilumuri cat di sekujur tubuhnya. Walaupun cat tersebut dikatagorikan ramah lingkungan, tetap saja akan mempengaruhi pigmen kulit dari anak tersebut apalagi dijemur di terik siang hari.  Bagaimana itu dapat dikatakan kepedulian? jika Anda pemrakarsa sendiri tidak peduli bagaimana anak anak bertelanjang dada di tengah terik matahari mengais recehan sedang anda duduk di kantor menunggu setoran?

Aspirasi atau Eksploitasi??

Anak anak beraktivitas di salah satu lampu merah jalanan Kota Bandung...

Wajah Polos mereka, Aspirasi kepedulian atau Eksploitasi??




Rabu, 10 Oktober 2012

Hari ini tanggal 10 Oktober 2012, dimana pada tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Se Dunia.  Tidak banyak yang mengetahuinya mungkin, jangankan yang se dunia, saat ini peringatan hari besar Nasional pun sudah banyak terlupakan (bukan melupakan).  Nah ini juga adalah bagian dari stress, karena berbagai persoalan yang ada, dari mulai dapur masing masing hingga ke persoalan politik dalam negeri yang semrawut. Di perparah dengan kacaunya tatanan berbangsa dan bernegara, dimana antar Institusi saling serang.
Korupsi demikian menggurita, tidak malu lagi tampil wajah sebagai Koruptor.  Dengan dalih rasa kemanusiaan, meminta belas kasih dari berbagai Kom Nas.  Harusnya diberlakukan juga azas pembuktian terbalik, yaitu bahwa mereka saat melakukan tindakan yang menyimpang sama sekali tidak mengingat berapa juta masyarakat yang di dzolimi!!!.
Tetapi, mengapa saat mereka telah di Bui (proses tahanan/sidang) selalu meminta belas kasih pada Hakim juga Komnas Ham/perlindungan anak; bahwa tolong perhatikan keluarga mereka memerlukan sosok orang tua dan pemberi nafkah?
Usang sudah pemikiran demikian...

Nah, berkaitan dengan hal tersebut, mari kita lupakan berbagai hal yang negatif yang setiap hari dipertontonkan oleh berbagai media.  Mari saatnya kita berorientasi pada kemajuan bangsa di kemudian hari, dengan tidak menjadi bagian dari yang tidak kita sukai seperti tontonan parodi bangsa yang tengah galau ini.

Mari kita tersenyum, senyum adalah ibadah termurah yang dapat kita lakukan tetapi dampaknya adalah sangat luar biasa... Mulailah hari hari kita isi dengan senyuman, senyumlah terhadap istri/suami, anak di rumah. Diperjalanan berjumpa dengan teman sahabat, rekan kerja.... Indahnya Dunia jika dihiasi senyum.

Dunia tidak di isi dengan tersenyum ibarat alam yang gersang seperti gambar berikut ini...

Dan jika hari hari kita isi dengan senyum, tentu kedamaian akan terasa seperti gambar berikut...

Damaikanlah dunia dengan Senyum Manis Anda semua...

Selasa, 09 Oktober 2012

Saat ini banyak hal yang menjadi pertentangan, atau menjadi hal yang dilematis antara Kelestarian disatu sisi dengan perkembangan pembangunan di sisi lainnya.  Misalnya dengan memperhatikan adanya Pohon yang tetap dibiarkan walau itu cukup menggangu karena memakan badan jalan hampir satu meter.  Bukan kah ini juga membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan raya? kalau sudah demikian sisi mana yang akan anda lakukan?


Pohon yang Berada di badan Jalan Margacinta Kota Bandung, ada sekitar 6 pohon yang mirip keadaannya, dan tampaknya cukup mengganggu pengguna Jalan.

Mari kita berdayakan pikiran kita, Kelestarian atau Keselamatan?

Rabu, 03 Oktober 2012

Akulah yang menangis disaat orang-orang sedang bersuka ria, suka ria pesta kemerdekaan. Bukannya aku A nasionalis. Tapi aku sedang menjalankan pengorbanan berupa ibadahku terakhir sebagai batang Panjat Pinang. Saat sekarang jutaan kawanku se Indonesia tengah dipajang di tengah lapang, menjadi tontonan segenap warga dalam suka rianya. Semua berteriak suka ceria ... Merdeeekaaa.
Seminggu kemudian aku menjadi batang yang ditinggalkan. Tidak ada lagi yang peduli ditinggal dalam kesendirian. Padahal saat menjelang tujuh belasan, berlomba orang mendapatkan batangku. Mereka rela menukar tubuhku hingga empat ratus ribu rupiah. Harga ku semakin mahal karena banyaknya permintaan, sementara untuk mendapatkanku kian sulit. Semakin tahun gegap gempita pesta raya merdeka selalu semarak, tetapi semakin tahun kawan-kawanku semakin langka. Berapa tahun lagi Pesta merdeka bangsa ini masih ada dengan kehadiran tubuhku si pohon Pinang?
Entah siapa yang memulai keriaan dengan acara panjat pinang, yang pasti acara itu telah menjadi bagian terseru di pesta Merdeka. Aku juga bahagia pada mulanya, menjadi bagian dari keceriaan bangsa yang merdeka, bangsa yang besar yang tengah menghargai para pahlawannya. Tapi sekarang kegundahanku muncul, saat kawan-kawanku tidak lagi banyak berkelompok. Hilang satu persatu ditelan jaman, tanpa ada manusia yang mengingatnya.

Selasa, 02 Oktober 2012

Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika musim hujan akan datang di bulan Oktober, kenyataannya untuk Bandung dan sekitarnya dalam sebulan ini telah kerap turun hujan. Hujan adalah berkah maka tatkala hujan kita dianjurkan berdoa,.apakah ada hujan yang merupakan bencana? Akhir-akhir ini sering kita mendengar berita bencana alam yang kenyataannya dibarengi hujan. Banjir bandang ataupun tanah longsor yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia ataupun yang terjadi di luar negeri sana selalu disertai dengan peristiwa hujan.
Bagaimana Al-Quran memandang tentang peristiwa hujan? Banyak ayat yang membahas peristiwa alam yang satu ini. Awalnya hujan terjadi dari awan yang merupakan kumpulan uap air dari peristiwa penguapan yang terjadi di permukaan bumi. Dari lautan, danau, sungai bahkan peristiwa penguapan yang dialami oleh tumbuhan dengan evapotranspirasi. Uap air naik ke atas dan membentuk awan dan dengan bantuan angin terkumpul menjadi satu, saat mencapai keadaan jenuh maka turunlah hujan. Dan ingatlah selalu untuk mengambil pelajaran sebagai pesan dari berbagai peristiwa alam.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Al A’raaf 57 (QS 7 : 57) Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya [hujan]; hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
Kesulitan tersedianya air tawar utamanya air bersih, mudah kita temukan di berbagai tempat. Apalagi sekarang menjelang musim kemarau merupakan waktu terbaik untuk mengingat itu. Waduk Saguling memprihatinkan demikian berita (PR, 22/07/05), Apalagi nanti terutama saat musim kemarau berlangsung akan terlihat bagaimana sulitnya mendapatkan air bersih. Bahkan banyak d antara masyarakat kita harus antre berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter air saja. Atau di tempat lain masyarakat harus berjalan berkilo-kilo meter, juga hanya untuk mendapat beberapa liter air. Memprihatinkan.
Indonesia termasuk negara nomor lima dari sembilan negara yang kaya akan air di dunia, dengan curah hujan mencapai rata-rata 2.779 mm/tahun. Sedang potensi air diperkirakan mencapai 15.000 m3/kapita/tahun, lebih tinggi dari potensi rata-rata pasokan air dunia yang hanya 8.000 m3/kapita/tahun. Akibat dari kebutuhan yang terus meningkat menyebabkan eksploitasi terhadap sumberdaya air telah dilakukan dengan tidak mengindahkan kaidah-kaidah keberlanjutan air. Apalagi dengan pencemaran terhadap air yang terjadi saat ini, semakin menambah terbatasnya ketersediaan air bagi kehidupan manusia.

Sabtu, 22 September 2012



Namaku Lantis!
Oleh YAYAN HENRI DANISUKMARA

PERKENALKAN namaku Lantis, alias lahan kritis. Sekarang aku sedang banyak digunjingkan orang, khususnya di Jabar. Namaku tengah naik daun. Aku jadi bahan pembicaraan antara lembaga eksekutif dan legislatif. Perlu aku jelaskan, sebenarnya aku terlahir dengan nama Lanhij alias lahan hijau. Demikian dulu aku terlahir dari ibu (Sang Air) dan bapak (Sang Hutan) memberi nama saat kelahiranku tiba. Karena banyak manusia yang usil atas kecantikanku maka aku "disulap" menjadi Lantis.
Aku sekarang merana. Sebenarnya tidak demikian kehendakku. Aku selalu bekerja dengan sekuat tenaga demi kepuasan manusia. Tapi, kebanyakan manusia tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk istirahat dan memenuhi kebutuhan "biologisku". Aku selalu dipaksa dijemur di matahari siang dan dibiarkan kehujanan tanpa diselimuti. Kalau aku menggigil kedinginan dan kugerakkan badanku, lantas manusia menudingku sebagai bencana longsor.